08410073
Al Burhan berarti argumen yang pasti dan jelas. Dalam pengertian yang sempit, burhani adalah aktivitas pikir untuk menetapkan kebenaran pernyataan melalui metode penalaran, yakni dengan mengikatkan pada ikatan yang kuat lagi pasti dengan pernyataan yang lain secara aksiomatik. Jadi model berpikir dengan epistimologi burhani ini adalah dengan memandang sesuatu itu dengan menggunakan nalar sehingga suatu pernyataan itu benar, pasti dan jelas karena berargumen atau mengungkapkan sesuatu itu menggunakan nalar.
Menurut al- Jabiri banyak pemikir muslim, terutama dari dunia islam bagian barat yang telah menerapkan episteme burhani, seperti Ibn Rusyd, al-Syatibi, dan Ibn Khaldun. Ibn Rusyd berusaha menerapkan dasar-dasar episteme burhani dengan cara membela argumen secara kausalitas.
Sedangkan menurut al-jabiri, Ibn Khaldun menerapkan episteme burhani seperti terlihat dalam bukunya al-Muqadimmah. Pertama-tama, Ibn khaldun menyingkap sejumlah tabir yang menyelimuti riwayat hidup para pendahulu. Kemudian, ia menganalisis satu peristiwa ke peristiwa berikutnya dalam setiap babnya dengan tidak lupa menarik kesimpulan dan pelajaran dari setiap kasus dan peristiwa itu. Di sela-sela analisis tersebut, ia juga mengungkapkan seluk beluk, sebab-sebab, dan latar belakang tumbuhnya negara, dan pengelompokkan-pengelompokkan sosial. Di dalam buku tersebut, ia juga menjelaskan secara detail sejumlah fenomena sosial yang dialami oleh kelompok-kelompok sosial dan peradapan tersebut, termasuk yang berkaitan dengan faktor-faktor kejatuhan dan keruntuhan peradaban. Dengan begitu, ia ingin menunjukkan pengetahuan tentang bagaimana Negara-negara dari awal terbentuknya hingga proses kejatuhannya.
Dengan demikian terlihat jelas bahwa Ibn Khaldun berusaha menjadikan sejarah sebagai ilmu burhani. Sejarah yang ditulisnya itu adalah sejarah ilmiah yang berintikan penelitian, penyelidikan, dan analisis yang mendalam akan sebab-sebab dan latar belakang terjadinya sesuatu. Selain itu, sejarah juga berintikan pengetahuan yang akurat tentang asal-usul, perkembangan, serta riwayat hidup dan matinya kisah peradapan manusia.
Akhirnya dari pelacakan terhadap karya-karya al-jabiri dapat ditemukan unsur-unsur pokok dari bayani, irfani dan burhani sebagai berikut. (1) Origin, (2) tools of analysis, (3 approach, (4) metode, (5) fungsi dan peran akal, (6) types of argument, (7) argument, (8) validitas, (9) pendukung keilmuan.
uswatun chasanah (08410043)
BalasHapusepistemologi burhani cara menyatakan kebenerannya menggunakan penalaran.sedangkan sebuah penalaran seseorang dengan yang lain itu tidak sama.jadi dalam memandang suatu kebenara iu tidak hanya dengan penalaran saja.melainkan dengan teks atau yang lainnya yang mendukung hal itu.